Kamis, 29 Juni 2023

Meningkatkan Integritas Seorang Hamba Didalam Momentum Ibadah Qurban


 


Kata qurban menurut etimologi berasal dari bahasa arab “Qoroba” yang artinya dekat. Menurut Istilah Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ritual penyembelihan hewan ternak yang dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Perintah berqurban bermula ketika Nabi Ibrahim a.s. diuji dengan mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya, Ismail a.s. sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Kala itu Nabi Ibrahim dilanda kebimbangan dan kesedihan yang sangat mendalam. Bagaimana tidak, seorang anak yang kelahirannya telah dinantikan selama 8 dasawarsa lebih kini harus ia relakan demi menjalankan perintah Tuhannya. Nabi Ibrahim a.s. dengan berat hati menceritakan perintah tersebut kepada anaknya. Mendengar hal tersebut Ismail a.s. meyakinkan dan menguatkan hati sang ayah dengan memohon kepadanya agar melaksanakan perintah tersebut. Singkat cerita, Nabi Ibrahim a.s. melaksanakan perintah qurban dengan ikhlas dan tawakkal. Qodarullah! Tubuh Ismail a.s. yang semula siap disembelih, Allah gantikan dengan seekor kambing. Alhasil, Ibrahim a.s. lulus dari ujian Allah SWT dan menjadikannya teladan penghambaan terbaik manusia kepada Tuhannya. Kisah ini tlah menjadi pelajaran yang sangat berharga pada umat-umat setelahnya. Bahwasannya segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan Allah SWT, maka sudah sepatutnya kita harus ikhlas bilamana sewaktu-waktu Allah mengambil semua yang tlah kita peroleh.

Perintah qurban termaktub dalam firmah Allah SWT surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka laksanakanlah sholat karena tuhanmu, dan berqurbanlah”. Begitupun di surah Al-Hajj ayat 34-36 dan Ash-Shaffat ayat 102-107. Selain dalam Al-Qur’an, perintah qurban juga terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berqurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat sholat kami.” (H.R. Ahmad Ibnu Majah). Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan qurban karena didalamnya terdapat banyak hikmah yang diperoleh. Bagi seorang muslim qurban merupakan suatu bentuk komitmen untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dengan dilandasi rasa syukur atas nikmat yang telah ia terima. Maka tak heran jika umat muslim sangat berantusias ketika tiba pelaksanaan qurban. Antusiasme itu bisa kita saksikan ketika pelaksanaan qurban di masjid-masjid maupun lembaga-lembaga disekitar kita. Semua orang berbondong-bondong dan ingin berkontribusi dalam proses penyembelihan. Semua orang ingin mendapatkan pahala dan manfaat daripada pelaksanaan ibadah qurban tersebut.

Lantas apakah qurban hanya sebatas ritual keagamaan? Oh tentu tidak! Didalam Qurban juga terdapat aspek pendidikan sosial yang menjunjung tinggi ukhuwah basyariyyah. Aspek sosial itu terlihat manakala hewan qurban yang telah disembelih tersebut dibagikan kepada kerabat, teman, dan tetangga sekitar dengan tujuan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, menjaga konektivitas dan solidaritas, serta menjadi salah satu bentuk sarana untuk mensejahterakan umat islam tanpa memandang status sosial ekonomi. Dimensi ini akan menyadarkan individu bahwa simpati dan empati terhadap sesama manusia mempunyai peran penting untuk menumbuhkan kesalehan sosial pada diri pribadi maupun orang lain. Di titik inilah Ibadah qurban mampu menjadi energi dalam kehidupan sosial untuk mendorong pribadi seseorang ber-amar ma’ruf sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Dari berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwasannya esensi dari Ibadah qurban sangatlah mendalam, baik dari dimensi spiritual maupun sosial. Seorang muslim yang melaksanakan qurban (karena Allah SWT semata) memiliki output kepribadian yang saleh. Kesalehan tersebut diaktualisasikan kedalam bentuk penghambaan vertikal kepada Allah SWT maupun amaliyyah-amaliyyah horizontal kepada sesama makhluq.

0 komentar:

Posting Komentar

Narahubung

Hubungi Kami

Apabila ada yang di pertanyakan seilahkan hubungi atau DM lewat Web ini.

Alamat:

Jl. Kyai H. Syafiꞌi Gg. Syaikhuna No.08, Suci, Kec. Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61151

Jam Oprasional:

Sabtu - Rabu Pukul 09.00 WIB - 16.00WIB

Nomor Telphon:

081515337852/085230233879